Selamat Datang di Website e-Diagnostik Four Tier Test

Tempat anda bisa mendiagnosis kemampuan dan pengetahuan bidang fisika secara gratis dan realtime.

Tentang Aplikasi

E-Diagnostic Four Tier Test yaitu aplikasi berbasis Web yang bertujuan untuk mengembangkan tes diagnostic dalam bentuk four tier yang berguna dalam mengidentifikasi miskonsepsi dan pemahaman konseptual peserta didik pada materi Hukum Newton. Instrument tes diagnostic four tier terdiri dari empat Tingkat, Dimana Tingkat pertama merupakan pilihan jawaban dari soal, Tingkat kedua merupakan Tingkat keyakinan peserta didik dalam memilih jawaban, Tingkat ketiga merupakan alasan peserta didik memilih jawaban tersebut, dan Tingkat keempat merupakan Tingkat keyakinan peserta didik dalam memilih pilihan alasan.

Tahap Pertama

Peserta didik dan guru akan dibuatkan akun berupa username dan password untuk dapat masuk ke Web E-Diagnostik Four Tier Test.

Tahap Kedua

Setelah berhasil masuk kedalam aplikasi maka selanjutnya peserta didik dapat mengklik menu penilaian dan kemudian memilih menu diagnostic untuk mengerjakan soal diagnostic four tier.

Tahap Ketiga

Setelah mengerjakan satu soal peserta didik dapat memilih menu submit untuk melihat hasil dari jawaban mereka apakah mereka miskonsepsi atau memiliki pemahaman konseptual yang baik.

Tahap Keempat

Setelah semua peserta didik selesai mengerjakan seluruh soal diagnostic dalam waktu 90 menit maka kita dapat menganalisis Tingkat miskonsepsi dan pemahaman konseptual mereka terhadap materi Hukum Newton. Lalu peneliti melakukan remediasi.

Tahap Kelima

Setelah dilakukan remediasi peserta didik akan diminta Kembali mengerjakan soal formatif pada Web E-Diagnostik Four Tier Test yang berguna untuk melihat apakah ada perubahan terhadap pemahaman konseptual peserta didik pada Hukum Newton.

Sekolah Partner

Kami mengucapkan terimakasih pada sekolah yang telah berpartisipasi dalam penelitian ini.

Happy Clients consequuntur quae

Projects adipisci atque cum quia aut

Hours Of Support aut commodi quaerat

Hard Workers rerum asperiores dolor

Profil Konsepsi Siswa

Profil kemampuan siswa pada penelitian ini merujuk pada hasil penelitian Samsudin (2024)

Sound Understanding (SU)

kategori siswa dengan pemahaman konsep yang tepat (Paham Konsep).

Partial Understanding (PU)

kategori siswa yang paham sebagian konsep akan tetapi tidak dapat menjelaskan alasan secara tepat.

No Understanding (NU)

keadaan siswa dengan konsepsi yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah (tidak paham konsep).

Misconception (MC)

kategori siswa dengan konsepsi yang tidak sejalan dengan konsep ilmiah yang ada.

Un-coded (UC)

siswa yang tidak dapat dipahami.


Tabel Kategori Kemampuan Siswa

Tingkat-1 Tingkat-2 Tingkat-3 Tingkat-4 Kategori siswa
1 Y 1 Y SU
1 Y 1 TY
1 TY 1 Y
1 TY 1 TY
1 Y 0 Y PU
1 Y 0 TY
1 TY 0 Y
1 TY 0 TY
0 Y 1 Y NU
0 Y 1 TY
0 TY 1 Y MC
0 TY 1 TY
0 Y 0 Y
0 Y 0 TY
Apabila salah satu tingkat tidak diisi UC

Materi Fisika

Dalam kehidupan sehari-hari, gaya merupakan tarikan atau dorongan. Misalnya, pada waktu kita mendorong atau menarik suatu benda atau kita menendang bola, dikatakan bahwa kita mengerjakan suatu gaya dorong pada mobil mainan. Pada umumnya benda yang dikenakan gaya mengalami perubahan-perubahan lokasi atau berpindah tempat.

  • All
  • Hukum Newton
  • Hukum 1 Newton
  • Hukum 2 Newton
  • Hukum 3 Newton

Pengertian Hukum Newton

Hukum Newton adalah hukum yang mengatur tentang gerak. Hukum gerak Newton itu sendiri merupakan hukum yang fundamental. Artinya, pertama hukum ini tidak dapat dibuktikan dari prinsip-prinsip lain. Kedua, hukum ini memungkinkan kita agar dapat memahami jenis gerak yang paling umum yang merupakan dasar mekanika klasik. Hukum gerak Newton adalah tiga hukum yang menjadi dasar mekanika klasik. Hukum ini menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya.

Bunyi Hukum Newton 1

“Jika resultan dari gaya-gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol maka benda diam akan tetap diam dan benda bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan“. Hukun Newton Pertama Sebagai Hukum Kelembaman. Hukum pertama Newton menyatakan bahwa sebuah benda dalam keadaan diam atau bergerak dengan kecepatan konstan akan tetap diam atau akan terus bergerak dengan kecepatan konstan kecuali ada gaya eksternal yang bekerja pada benda itu. Kecenderungan ini digambarkan dengan mengatakan bahwa benda mempunyai kelembaman.

Bunyi Hukum 2 Newton

“Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus dengan besar gaya itu ( searah dengan gaya itu ) dan berbanding terbalik dengan massa benda tersebut”. Hukum kedua Newton menetapkan hubungan antara besaran dinamika gaya dan massa dan besaran kinematika percepatan, kecepatan, dan perpindahan. Gaya adalah suatu pengaruh pada sebuah benda yang menyebabkan benda mengubah kecepatannya, artinya dipercepat. Arah gaya adalah arah percepatan yang disebabkan jika gaya itu adalah satu-satunya gaya yang bekerja pada benda tersebut. Besarnya gaya adalah hasil kali massa benda dan besarnya percepatan yang dihasilkan gaya.

Bunyi Hukum 3 Newton

Hukum III Newton tentang gerak menyatakan bahwa bila suatu benda melakukan gaya pada benda lainnya, maka akan menimbulkan gaya yang besarnya sama dengan arah yang berlawanan. Dengan kata lain, Hukum III Newton ini berbunyi: Untuk setiap gaya aksi yang dilakukan, selalu ada gaya reaksi yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan, atau gaya interaksi antara dua buah benda selalu sama besar tetapi berlawanan arah. Harus selalu diingat bahwa pasangan gaya yang dimaksudkan dalam Hukum III Newton ini bekerja pada dua benda yang berbeda.

Tim Pengembang

Website ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh:

Ditya Lufita

Pengembang

Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si.

Pembimbing